Berita

HIPMI BPC Banyumas ikut berduka atas meninggalnya Syekh Ali Jaber

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, ⁣
Allahumagfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fu’anhu⁣

Duka cita yang mendalam untuk umat muslim, telah wafat dan kembali pada Allah Ta’ala, guru kita tercinta, ⁣
“Syekh Ali Shaleh Mohammed Ali Jaber”, pagi ini (14 Januari 2021) pukul 08.30 WIB di RS Yasri dalam keadaan negatif covid.

Ya Rabb, kami cinta dengan guru kami, ⁣
Namun Engkau lebih sayang padanya, ⁣
In Syaa Allah, kami semua ikhlas atas kepergiannya yang sementara, ⁣
Semoga nanti, di Surga-Mu kelak, bisa berkumpul kembali.⁣
Aamiin Yaa Rabb…⁣

 

Larangan Proyek Konstruksi menggunakan Barang Impor, Ini kata HIPMI

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melarang penggunaan barang impor untuk seluruh proyek properti dan konstruksi di bawah Kementerian PUPR. Ia menegaskan, belanja barang dari APBN untuk proyek properti dan konstruksi harus menggunakan produk lokal.

“Produk lokal ini harus. Tidak hanya untuk perumahan, tapi semua konstruksi, terutama yang ada di bawah Kementerian PUPR sesuai arahan Bapak Presiden. Kalau tahun sebelumnya kita memprioritaskan produksi dalam negeri, tapi tahun 2021 ini tagline-nya adalah tidak boleh impor,” tegas Basuki dalam diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan beberapa waktu lalu.

Basuki mengatakan, program ini berbeda dengan tahun 2020. Pasalnya, penggunaan produk lokal bukan hanya prioritas, tapi memang harus. Sehingga, apabila ada barang yang hanya ada di luar negeri, maka pemerintah akan mencari cara bagaimana barang itu juga bisa diproduksi di Indonesia.

“Jadi beda, yang kemarin adalah memprioritaskan produk dalam negeri, tapi 2021 belanja barang tidak boleh impor. Karena kita ingin membuka lapangan kerja. Kalau tidak bisa diproduksi dalam negeri, pabriknya harus ada di dalam negeri,” kata Basuki

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menyambut positif atas kebijakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengenai pelarangan penggunaan barang impor untuk semua proyek properti dan konstruksi mulai 2021.

Ketua BPP HIPMI Bidang Industri Rama Datau mengatakan bahwa kebijakan ini sangat baik untuk membangkitkan industri di dalam negeri.

Menurutnya, dalam rangka pemerintah untuk bisa mengembalikan ekonomi Indonesia yang tepuruk akibat pandemi, salah satunya adalah bagaimana bisa mendorong kemajuan industri dalam negeri dengan cara mengeluarkan kebijakan kebijakan yang mendukung atau pro kepada produk produk buatan dalam negeri.

“Karena dengan memperbanyak penggunaan produk buatan lokal maka tentunya semakin banyak lapangan pekerjaan yang akan bisa terbuka,” ujar Rama Datau dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12/2020).

Rama Datau juga mengharapkan dengan dikeluarkannya kebijakan ini bagaimana agar ekosistem industri dalam negeri juga bisa terbangun dan karena peningkatan industri dalam negeri akan berdampak sangat positif untuk bisa meningkatkan perenonomian Indonesia.

“Dengan dikeluarkannya kebijakan ini menandakan pemerintah sangat berpihak dalam kemajuan industri dalam negeri, tentu di harapkan bukan hanya pemerintah. Tetapi dari para pelaku usaha juga harus mempunyai komitmen kepada industri lokal termasuk juga para industri menengah dan kecil.”

Rama Datau berharap agar para produsen besar di dalam negeri juga harus mau menggunakan komponen komponen dalam negeri, sehingga ekosistem industri dalam negeri tadi itu bisa terbentuk.

“Para pelaku industri besar pasti akan diuntungkan dengan kebijakan pemerintah ini, karena mereka memiliki kesempatan produk mereka akan di serap oleh proyek proyek infrastruktur pemerintah tadi. Tetapi para pelaku Industri tersebut juga harus mempunyai kewajiban bagaimana bisa meningkatkan TKDN komponen lokal juga dalam memproduksi produknya tersebut,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, maka harapan HIPMI, industri kecil dan menengah dalam negeri nasional akan bisa maju. Kebijakan ini diharapkan bisa dinikmati oleh banyak pelaku, tidak saja para industri besar tetapi juga sampai ke pelaku industri kecil dan menengah

Rama Datau juga mengatakan HIPMI sangat berharap agar pemerintah bisa memastikan bahwa kebijakan positif dari Kementerian PUPR ini bisa di nikmati bukan saja oleh pelaku Industri besar tetapi juga para Industri kecil menengah yang bisa menjadi supporting dari Industri besar itu.

“Bayangkan apabila ekosistem industri dalam negeri kita sudah terbentuk, berapa juta lapangan pekerjaan yang akan bisa tersedia,” ungkap Rama

Target Penerimaan Pajak 2021 tidak realistis

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BBP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani menilai target penerimaan pajak tahun depan tidak realistis. Sebab, penerimaan pajak di tahun ini akan rawan shortfall.

Ajib meramal penerimaan pajak 2020 hanya sebesar Rp 1.048,8 triliun atau minus 12,5% dari target akhir tahun Rp 1.198,8 triliun. Sebab, hingga November 2020 realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 925 triliun.

Artinya, masih kurang Rp 273,5 triliun supaya bisa mencapai target akhir tahun sebagaimana Perpres 72/2020. Alhasil jika menggunakan target penerimaan pajak 2021 dalam Perpres 113/2020 sebesar Rp 1.229,6 triliun, maka target pajak tahun depan sebetulnya tumbuh 14,7% dari proyeksi realisasi 2020 versi Ajib.

Di sisi lain, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% yoy, menurut Ajib tidak akan tercapai. Dengan situasi ekonomi tahun ini, dan tahun depan yang masih abu-abu dirinya memperkirakan ekonomi tahun depan hanya tumbuh 3% yoy. Maka penerimaan pajak 2021 sewajarnya naik 3% dari realisasi 2020 nanti.

“Ini sangat penting karena perputaran ekonomi yang masih landai tidak sebesar periode sebelum pandemi maka akan memengaruhi perputaran barang dan akhirnya penerimaan pajak loyo,” kata Ajib kepada Kontan.co.id, Senin (28/12).

Karena situasi ekonomi tahun depan yang masih dalam proses pemulihan, Ajib berharap pajak sebagai instrumen fiskal tetap dapat membantu dunia usaha. Dengan pagu anggaran insentif pajak dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 20,4 triliun, seharusnya bisa diberikan untuk insentif yang lebih tepat sasaran.

Salah satunya melanjutkan diskon angsuran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25, karena menurutnya ini membantu likuiditas WP Badan di kala menghadapi ekonomi yang masih terdampak pandemi tahun depan. Selain itu, insentif PPh final UMKM sekiranya dilanjutkan menggunakan mekanisme pajak ditanggung pemerintah (DTP), atau bisa meningkatkan ambang batas pajak UMKM dari 4,8 miliar menjadi Rp 10 miliar per tahun

300 Pengusaha Baru di targetkan oleh HIPMI Kaltim

Bertempat di sekertariat hipmi Kaltim Jalan Siradj Salman, Samarinda, Kalimantan Timur. Pengurus baru hipmi Kaltim dan sejumlah awak media menggelar diskusi terkait program pembagunan ekonomi tahun 2021 mendatang.

Pertumbuhan ekonomi, politik, kesehatan dan pendidikan menjadi program unggulannya, demi membantu pemerintah dalam pemperkuat pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalimantan Timur.

Menurut keterangan ketua hipmi Kaltim Bakri Hadi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kaltim dirinya akan mengembangkan potensi pengusaha muda hingga 300 pengusaha muda, dengan meningkatkan minat para kaum muda untuk berwirausaha.

Dirinya juga berharap, ditengah pandemi covid-19 ini, pemerintah dapat membantu para pengusaha muda dengan memberikan bantuan usaha yang tepat sasaran

Hipmi Ajak Perguruan Tinggi Gali Potensi Ekonomi Pesantren

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pamekasan, Jawa Timur, menggandeng perguruan tinggi untuk menggali potensi ekonomi di pondok pesantren. Ini sebagai upaya menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah itu yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami memiliki keyakinan, kerja sama segi tiga antara Hipmi dengan perguruan tinggi dan pondok pesantren yang ada di Pamekasan akan berdampak luar biasa terhadap pengembangan ekonomi di Pamekasan ini,” Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Pamekasan Qoyyim Asy’ari di Pamekasan, Ahad (27/12).

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki massa yang tidak sedikit, sehingga secara ekonomi, lembaga tersebut juga memiliki potensi bisnis yang luar biasa. Hanya saja, kelemahan di pesantren pada pola pengelolaan administrasi, keterampilan dan sumber daya manusia (SDM).

Jika perguruan tinggi bersedia menjadi pendamping seperti memberikan arahan pola manajemen usaja, sistem pemasaran dan pengemasan barang, maka akan saling melengkapi dalam membantu kekurangan yang ada di kalangan pesantren.

“Untuk itu, Hipmi hadir sebagai mediator, guna menjembatani dua potensi baik di dua komunitas berbeda ini, yakni komunitas pesantren dan perguruan tinggi, sehingga akan lebih terarah, bernilai guna dan tepat guna,” katanya.

Qoyyim yang juga dosen ilmu ekonomi Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasanini lebih lanjut menjelaskan, modal kuat yang dimiliki kalangan pesantren adalah kejujuran dalam berusaha, serta ulet dalam berusaha.

“Dalam teori bisnis, kejujuran adalah modal dasar, sehingga jika modal kuat ini didukung dengan manajemen dan SDM yang memadai, maka Insya Allah hasilnya juga akan jadi lebih baik,” kata.

Sejauh ini, sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan tersebut, belum banyak para pegiat ekonomi yang memperhatikan potensi baik ekonomi di kalangan pesantren. Kalaupun ada, jumlahnya masih sangat terbatas, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara masif.

“HIPMI Pamekasan merasa terpanggil untuk mendorong kemajuan ekonomi di kalangan pesantren ini, sehingga akan tercipta kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan, dan pada akhirnya terwujud kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi,” katanya.

Sebelumnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) pada acara pelantikan Pengurus BPCHipmi Pamekasan Periode 2020-2023 bertajuk “Membangun Interpreneur Muda Berbasis Relegiusitas Menuju Pamekasan Rajjha, Bajjha tor Parjhugha untuk Indonesia Sejahtera Berkemajuan” terungkap bahwa pendidikan dan bimbingan dari pihak akademik, menjadi faktor pendukung dalam kiat usaha sukses.

Kebijakan program pemerintah yang berpihak pada kemajuan ekonomi, juga termasuk salah satu faktor penting, disamping komitmen yang kuat dan kejujuran atau keterbukaan dari pelaku usaha.

Narasumber FGD itu dari Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuangar, Pamekasan Mukhlisin mengakui, faktor SDM yang lemah, memang menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis di lembaga pondok pesantren. Oleh karenanya, dibutuhkan pendampingan dan bimbingan teknis, agar kalangan pesantren bisa bergerak lebih maju dalam berusaha.

“Banyuanyar bisa bergerak lebih maju dalam hal pengelolaan lembaga keuangan, yakni koperasi, setelah banyak mendapatkan bimbingan dan arahan dari kalangan profesional, akademisi dan pelaku usaha,” kata Mukhlisin yang juga Direktur Koperasi Syariah Nuri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Pamekasan tersebut.

Oleh karenanya, sambung dia, jika Hipmi Pamekasan bersedia menjadi mediator dalam membantu kemajuan ekonomi masyarakat pesantren dan lembaga pendidikan pondok pesantren di Pamekasan, maka hasilnya akan lebih baik.

Apalagi, Pemkab Pamekasan memang memang memprioritas pada kemajuan ekonomi melalui program sepuluh ribu pengusaha baru (Sapu Tangan Biru) yang kini sedang dicanangkan.

“Jika Hipmi memang fokus sebagai mediator dengan pola kerja sama segitiga antara pesantren, dan perguruan tinggi, maka, saya yakin hasilnya akan luar biasa,” katanya, menjelaskan.

Selain dari perwakilan koperasi pondok pesantren, narasumber lain yang juga diundang dalam acara FGD di pelantikan Pengurus Hipmi Pamekasan periode 2020-2023 itu pengusaha dari kalangan pemuda yakni Subaidi dan Betty Wirandiri

4 Kader Terbaik HIPMI di Kabinet Jokowi Indonesia Maju

Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet pada hari Selasa (22/12). Ada enam menteri yang diganti, yakni Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Agama, dan Menteri Perdagangan.
Dari seluruh menteri baru tersebut, dua di antaranya merupakan kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI. Mereka adalah Sandiaga Uno yang menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Muhammad Lutfi yang menjadi Menteri Perdagangan.
Dengan demikian, ada empat kader HIPMI yang berada di kabinet Jokowi, dua lagi adalah Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Adapun Sandi, Erick Thohir, dan Lutfi, merupakan sahabat lama. Erick dan Sandi merupakan teman sejak kecil dan sama-sama pecinta basket. Sementara Erick dan Lutfi sama-sama menempuh pendidikan Ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat.

Persahabatan mereka juga merambah ke bisnis. Erick Thohir, Sandiaga Uno, Muhammad Lutfi membangun Mahaka Group. Selain mereka, pendiri Mahaka juga ada Wishnu Wardhana dan Rosan P. Roeslani.
Adapun Sandiaga Uno merupakan Ketua Umum HIPMI periode 2005-2008. Sementara Erick Thohir juga merupakan pengurus HIPMI saat organisasi itu dipimpin Sandi.
Sedangkan M Lutfi, menjadi Ketua Nasional HIPMI periode 2001-2004. Sebelumnya Lutfi juga menjadi Ketua Hipmi Jaya periode 1998-2001. Sementara Bahlil Lahadalia, merupakan Ketua HIPMI periode 2015-2019.

Hipmi Banyumas bersilaturahmi ke BPDB Kab. Banyumas dan Kodim 0701/BMS

Kiri – Kanan : Ketum Tito (Hipmi Banyumas), Ibu Titik (Kepala BPDB Kab. Banyumas), Kanda Samas, Kanda Ruben

Purwokerto – Dalam rangka menjalin silaturahmi, pada hari Jumat (20/11/2020), HIPMI Banyumas berkunjung ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas. Dalam pertemuan ini, HIPMI Banyumas siap bersinergi dengan BPBD Kabupaten Banyumas terkait penanggulangan bencana alam maupun pandemi Covid-19.

Ibu Titik selaku Kepada BPDB Kabupaten Banyumas menyampaikan, saat ini sedang fokus dalam penanganan bencana tanah longsor dan banjir di Kecamatan Sumpiuh dan Kemranjen, serta penanganan munculnya koloni semut karnivora di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok.

Setelah berkunjung ke BPDB Kabupaten Banyumas, Hipmi melanjutkan kegiatan ke Kodim 0701/BMS untuk bersilaturahmi dengan Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf. Candra SE.,M.I.Pol.

Kiri-Kanan : Kanda Eko, Kanda Ruben, Ketum Tito, Letkol Inf. Candra SE.,M.I.Pol, Kanda Aldo, Kanda Samas & Kanda Towvy

 

#

hipmi #hipmibanyumas #banyumas #himpunanpengusahamuda #himpunanpengusahamudaindonesia #

Scroll to top